Malik telah meriwayatkan dalam Muwaththa’, “Bahwasanya telah sampai kepadanya dari Aisyah -istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam- bahwa seorang miskin meminta kepadanya, sedang dia berpuasa dan tidak ada suatu makanan pun di rumahnya kecuali roti kering, lalu dia berkata kepada pelayannya, ‘Berikanlah roti itu kepadanya’,
pelayan itu berkata, ‘Tidak ada lagi makanan yang dapat engkau makan untuk berbuka’,
Aisyah berkata, ‘Berikanlah roti itu kepadanya’, dia berkata, ‘Lalu saya memberikannya’,
Nama : Andi Yazhir, Kun-yah : Abu Rabbani Al Bugisy, Agama Islam : Ahlus Sunnah Wal Jama'ah berdasarkan Al Qur'an dan Hadits Shahih 'Alaa Fahmi Salaf. Jika sebuah hadist itu Shahih apalagi Mutawatir,dan kebetulan bertentangan dgn akal, maka tetap taatilah dan katakan "Sami'naa wa atho'naa". Jangan di bantah dgn akal & hawa nafsu, atau diplintir, di takwil dgn ro'yu (logika sendiri) dgn alasan bahwa hadist itu harus di maknai secara kontekstual dulu.
15 Februari 2012
# Jangan Tertawakan Dia #
Al Bukhari rahimahullah bercerita:
“Sewaktu masih kecil, aku pergi ke majlis para fuqoha, apabila aku datang, aku merasa malu untuk mengucapkan salam kepada mereka.
seorang muaddib berkata kepadaku: “Berapa hadits yang telah kamu catat di hari ini ?”
Aku menjawab, “Dua.” Ternyata orang-orang yang berada di majlis mentertawakanku.
Salah seorang syaikh berkata, “Jangan kalian tertawa, barangkali suatu ketika nanti, dia yang akan mentertawakan kalian.”
(Siyar A’laam An Nubala 12/401).
“Sewaktu masih kecil, aku pergi ke majlis para fuqoha, apabila aku datang, aku merasa malu untuk mengucapkan salam kepada mereka.
seorang muaddib berkata kepadaku: “Berapa hadits yang telah kamu catat di hari ini ?”
Aku menjawab, “Dua.” Ternyata orang-orang yang berada di majlis mentertawakanku.
Salah seorang syaikh berkata, “Jangan kalian tertawa, barangkali suatu ketika nanti, dia yang akan mentertawakan kalian.”
(Siyar A’laam An Nubala 12/401).
# DAKWAH…ANTARA ASA DAN FAKTA #
Dakwah, BERTUJUAN untuk…
Mengajak … bukan … mengejek
Mengajar … bukan … meng-hajr
Membina … bukan … menghina
Menasehati … bukan … menusuk hati
DAKWAH akan LANCAR dengan…
Menabur kasih … bukan … menguburnya
Menggalang kekuatan … bukan … menggulungnya
Mengajak … bukan … mengejek
Mengajar … bukan … meng-hajr
Membina … bukan … menghina
Menasehati … bukan … menusuk hati
DAKWAH akan LANCAR dengan…
Menabur kasih … bukan … menguburnya
Menggalang kekuatan … bukan … menggulungnya
09 Februari 2012
Hadits Tentang Hari Jum'at yang Mungkin Belum Kita Ketahui....
Dari Anas bin Maalik radhiyallahu 'anhu, dia berkata, bahwa Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda:
أَتَانِي جِبْرِيلُ وَفِي يَدِهِ كَالْمِرْآةِ الْبَيْضَاءِ فِيهَا كَالنُّكْتَةِ السَّوْدَاءِ
Jibril pernah mendatangiku, dan di tangannya ada sesuatu seperti kaca putih. Di dalam kaca itu, ada titik hitam.
فَقُلْتُ : يَا جِبْرِيلُ مَا هَذِهِ ؟ ، قَالَ : هَذِهِ الْجُمُعَةُ
Aku pun bertanya, “Wahai Jibril, ini apa?” Beliau menjawab, “Ini hari Jumat.”
قال : قُلْتُ : وَمَا الْجُمُعَةُ ؟ ، قَالَ : لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ
Saya bertanya lagi, “Apa maksudnya hari Jumat?” Jibril mengatakan, “Kalian mendapatkan kebaikan di dalamnya.”
قَالَ : قُلْتُ : وَمَا لَنَا فِيهَا ؟ ، قَالَ : يَكُونُ عِيدًا لَكَ وَلِقَوْمِكَ مِنْ بَعْدِكَ ، وَيَكُونُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى تَبَعًا لَكَ
Saya bertanya, “Apa yang kami peroleh di hari Jumat?” Beliau menjawab, “Hari jumat menjadi hari raya bagimu dan bagi kaummu setelahmu. Sementara, orang Yahudi dan Nasrani mengikutimu (hari raya Sabtu–Ahad).”
أَتَانِي جِبْرِيلُ وَفِي يَدِهِ كَالْمِرْآةِ الْبَيْضَاءِ فِيهَا كَالنُّكْتَةِ السَّوْدَاءِ
Jibril pernah mendatangiku, dan di tangannya ada sesuatu seperti kaca putih. Di dalam kaca itu, ada titik hitam.
فَقُلْتُ : يَا جِبْرِيلُ مَا هَذِهِ ؟ ، قَالَ : هَذِهِ الْجُمُعَةُ
Aku pun bertanya, “Wahai Jibril, ini apa?” Beliau menjawab, “Ini hari Jumat.”
قال : قُلْتُ : وَمَا الْجُمُعَةُ ؟ ، قَالَ : لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ
Saya bertanya lagi, “Apa maksudnya hari Jumat?” Jibril mengatakan, “Kalian mendapatkan kebaikan di dalamnya.”
قَالَ : قُلْتُ : وَمَا لَنَا فِيهَا ؟ ، قَالَ : يَكُونُ عِيدًا لَكَ وَلِقَوْمِكَ مِنْ بَعْدِكَ ، وَيَكُونُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى تَبَعًا لَكَ
Saya bertanya, “Apa yang kami peroleh di hari Jumat?” Beliau menjawab, “Hari jumat menjadi hari raya bagimu dan bagi kaummu setelahmu. Sementara, orang Yahudi dan Nasrani mengikutimu (hari raya Sabtu–Ahad).”
Langganan:
Postingan (Atom)